How To Make a Wordpress Template (Part 1)

Sudah lama saya pengen membuat artikel ini untuk sekedar biar nggak lupa dengan langkah2 pembuatan template di wp, dan juga untuk sharing ilmu dengan pembaca setia blog saya (he he).
Sebenernya tutorial mengenai wp sudah disediakan dengan sangat lengkap oleh komunitasnya, dan dalam bahasa inggris [-saya juga belajar dari situ] :D

Documentation-nya bisa diliat di alamat http://wordpress.org, disitu dijelaskan function2 apa saja yang ada, lalu penjelasan2 mengenai istilah2 di wp, dsb..

Ok, saya coba simpulkan sedikit dari sumber tersebut ya. Semoga membantu, Insya Allah..

Tentang Template di wp

Pertama, saya ingin jelaskan dulu mengenai Theme di wordpress.

Theme adalah sebuah sistem di wp yang mengatur bagaimana kamu bisa “mendandani” halaman weblog-mu.
Tapi bukan seperti merubah skin biasa. Merubah skin lebih bermakna hanya merubah desainnya saja (mengubah background, warna font, warna background, dan sebagainya). Sedangkan dalam theme, kamu bisa lebih banyak mengatur bagaimana blogmu akan ‘ditampilkan’.

Maksudnya disini, kamu bisa mengatur bagaimana peletakan header, footer, sidebar, dan isi weblogmu di browser nantinya.

Misalnya kamu ingin nantinya weblogmu akan memiliki sidebar di sebelah kanan yang berisi kalender, list archieve, kategori, dan sebagainya.
Lalu misalnya bagian Home nantinya akan berisi kalender kegiatanmu, post yang kamu buat di tiap hari tertentu, dan sebagainya sesuai keinginanmu.

Theme berisi Template Files, yaitu sekumpulan file yang secara bersama-sama, bekerja menciptakan tampilan yang berpedoman pada desain pokok weblog.

Misalnya, pada dasarnya sebuah blog kan memiliki halaman:
1. index.php
2. header.php
3. sidebar.php
4. footer.php
Begitu juga dengan Template Files. Template Files yang paling basic, minimal memiliki ke4 halaman diatas.

finally, we call it quit :)

humm.. after all these pain that we’ve been tru.. akhirnya kami berhenti juga dari tempat kerja.
Waah.. rasanya ketika keluar tuh..bercampur2 deh (efek bisa berbeda bagi tiap penderita, hehehe).
Jadi, rasanya setengah ga sadar deh waktu bilang ke pak bos kalo mau keluar.. Pasalnya, emang nggak ada rencana hari itu mau ngomongin.. Gampangnya, ini bukan sesuatu yg kami persiapkan sejak jauh2 hari.. beda dengan langkah2 strike terdahulu yang memang udah sering kami lakukan :P , kali ini tanpa plan2 yg matang dan lama tiba-tiba waktu ngomongin lagi ama ochan tadi pagi dan nemu kata2 yang ”masuk”… terasa mantap deh langkah kami untuk mengakhiri hubungan ini.

Masih inget perasaan terakhir keluar dari “ruangan ketegangan”, yaitu ruangan pakbos yang bercat kuning dengan perabot jawa-jawa’nya.. Ga banyak yang bisa terpikir di kepalaku. cuma bisa bengong… wait.. i’m jobless now.. gtu aja… tapi beda ama perasaan waktu dulu2 sempet jobless lama, yang waktu itu sempet kepikiran jadi orang yang ga berguna….


Juga nggak sama dengan perasaan orang yang abis diberhentikan dari pekerjaannya dan tiba2 ga ada kerjaan… I felt more precious than that. Jadi tiba2 aku merasa jadi orang yang udah “berat”.. dengan bekal yang sudah mantabb, tinggal meletakkan diriku di posisi yang tepat dimana aku akan merasa sangat dibutuhkan dan sangat berarti.

… lagi blank lagi di posisi yg sama…
tiba2 kepikiran klo uda ga ker jd bisa sering spend waktu dirumah wif mom..

trus bisa jait2 n doin my hobbies… bisa lebih banyak nulis..

kepikiran juga bisa freelance ngerjain dimana2 tanpa beban.

Ga kecapean karna penat seharian terkungkung dikantor..

Tapi disisi lain, ga bisa dandan cantik n pagi2 berangkat ke kantor..

Hi3x benar2 such a decission to make deh…
Yah, sadar gw, both sides pasti ada konsekuensinya sendiri2..

Dan diantara ke-blank-an yang tidak juga terhenti itu…

sempet juga noleh dikit ke meja mas2 di pojokan…

hihiii… gabisa sering2 ketemu mas itu rek… *gigles*
Yaaah…secara biasanya ketemu tiap hari di ruangan yang -gabisa-kemanamana-selain-dihadapannya- itu.. sekarang kudu siap ketemunya KALO KEBETULAN accidentally ketemu aja, and… weekend :p

yasudalah, belum fixed juga kami keluar-totally, masih ada kemungkinan kami tuk jadi freelancer di perusahaan itu, jadi masih bolak-balik ke kantor. Haha, masih bisa ccp :P

——- Sepulang meeting ke-2 yang menjernihkan hubungan kedua belah pihak tadi, kami kekampus…ketemu temen2 angkatan ‘02 yang udah jarang ketemu.. bcanda2 lagi.. kembali ke kehidupan kami yang lama kami tinggalkan. Hmm.. i kinda miss them ternyata :)

..Merenung lagi, banyak yang didapat dari quit the job :D
i have this laugh, my happiness again..
prepare buat ngelakuin lagi hal2 yang kusuka dan emang betah ngelakuinnya tanpa berasa sedang bekerja..
enough dulu lah berada dibawah otoritas orang lain. Berasa kuli banget aku…
dan…akhirnya aku belajar sesuatu, lahan mencari duit nggak sesempit yang kukira.
Nggak mesti sesuatu yang secara umum dianggap orang sebagai ‘yang baik’ dan ‘yang pantas’..
setiap individu punya pemikiran sendiri2 tentang ini,
semua punya pendapat tentang ‘value’ sebuah pekerjaan,
a we need to do is trusting our own value of any kind of work that we’re doin..
yang hanya kita sendiri yang tau…betapa precious rasanya menggali rizqi Allah dari mengerjakan sesuatu yang kita suka tanpa ada tekanan dari orang lain…
Tapi… tentunya dengan kerja keras dan disiplin lhoh!! ;)

Goodluck doing the jobs u love, guys!